Ghazwul Fikri

Di Era yang serba modern ini, kaum kafir terus melancarkan serangan kepada kita kaum muslimin, tapi tidak lagi dengan perang fisik, namun dengan perang pemikiran, atau yang biasa disebut dengan ghazwul fikri. tanpa disadari , alam fikiran kita telah di racuni dengan pengaruh asing dan style jahiliyyah. Yang sering kita anggap itu sebagai modernisasi. Padahal dengan berpegang teguh terhadap Al qur’an dan Al hadits kita tidaklah tersingkir dari perdaban, kita akan selamat .

Fadhilatu Asy-Syaikh DR . Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaily حفظه اللهبسم الله الرحمن الرحيمAdapun di dalam hadits-hadits diantaranya hadits dari Jabir bin Abdillah yg panjang dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya: “Sungguh aku telah tinggalkan kepada kalian yg apabila kalian berpegang teguh kepadanya kalian tidak akan tersesat yaitu kitabullah ”

Kita boleh saja menerima hal yang baru, namun tidak boleh sampai hanyut. Hanya sekedar mengetahui tapi jangan mengikuti,

Kaum kafir kini tidak sanggup lagi untuk berperang melawan umat muslim, karna mereka selalu kalah di medan perang, itu dikarnakan semangat berjihad umat islam dalam memerangi orang kafir baik dalam keadaan berpuasa ataupun tidak. umat islam memang mencari mati untuk hal ini, bayang bayang syurga dan kenikmatan didalamnya selalu mengahantui para umat muslim. Dan itulah yang menjadi latar belakang kaum kafir untuk mengentikan serangan fisik dan menggantinya dengan serangan pemikiran yang pelan-pelan akan menghancurkan umat muslim, na’udzubillahi minzalik.

Narkoba, hiburan malam, perzinahan, pergaulan bebas dan virus merah jambu yang di bingkai dalam pacaran islami ,judi, khamer, menjadi contohnya, hal ini banyak di tanamkan pada fikiran umat muslim oleh orang orang kafir. Oleh sebab itu janganlah kita tiru dan dijadikan contoh.

Contoh lain yang kini sedang terjadi kepada para muslimah yakni , jilbab yang tidak lagi menutup dada. Banyak muslimah yang memakai berbagai macam assesoris yang ka modern , trendy, malah kenyataannya akan menghilangkan fungsi dari jilbab itu sendiri, jilbab atau kerudung yang seharusnya menjadi perisai bagi kaum muslimah agar mereka tidak diganggu, jadi malah sebaliknya. Mereka sengaja memakai pakaian ketat dan tranparant, memakai celana ketat, kemudian jilbab ketat yang hanya nyangkut hingga leher mereka ,agar pemuja nafsu leluasa memperhatikan mereka. Mereka tidak lagi memperhatikan makna dari jilbab itu sendiri, yang ada di fikiran mereka hanya modern, inikah yang disebut modern ???? berpakaian tapi telanjang itukah yang di sebut modern ?? yang demikian itu tidaklah lagi syar’I dan tidak dapat dibenarkan dalam islam. Islam tidak dapat bersatu dengan yang namanya westernisasi ataupun sejenisnya, islam hanya mengenal syari’ah, Kita harus berhati-hati sebagai muslimah terhadap ghodul fikr.

Rasulullah bersabda: "Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR. Muslim)

عليهن من جلابيبهن ذلك أدني أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورارحيما (الأحزاب 59)

Artinya:Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al Ahzab.59).

An Nuur .31
وقل للمؤمنات ييغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولايبدين زينتهن الاماظهرمنهاوليضربن بخمرهن على جيونهن….(النور.31)

Artinya: Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya,dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya, dan hendaklan mereka menutupkan kain kudung di dadanya..(An Nuur. 31)

MENIRU GAYA ORANG KAFIR

Kaum muslim kini disibukkan dengan serba serbi pesona kaum kafir yang menggoda, yang kian hari kian extrem penampilannya, baik dari dalam maupun dari luar negeri, pengaruh asing semakin kuat dilancarkan, dan kaum kafir pastinya akan tertawa mendengar kebobrokan umat ini, peranan media juga dirasa sangat berpengaruh untuk kasus yang satu ini, hingga akhirnya bisa sampai ke mata kita, Allah memang memberikan karunia lebih kepada mereka, berupa kecantikan dan ketampanan rupa, namun sering salah digunakan. Dan lagi pula, kita sebagai umat muslim tidaklah patut kita meniru aksi dan style mereka yang tidak sesuai dengan syari’at. Meniru gaya rambut mereka, cara berpakaian, ideologi, lagu-lagu porno dan lagu lagu cinta mereka yang memangkas keimanan, hingga gaya hidup mereka, sampai sampai kita hapal biografi mereka , apa yang mereka suka kita tahu, bedakan dengan pengetahuan kita kepada sirah nabawi, atau sejarah islam yang sangat dangkal, sungguh memprihatinkan. Kita buta dan tuli terhadap islam.

Rasulullah SAW memang melarang umatnya dari menyerupai orang kafir. Untuk itu beliau bersabda:

وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

Dari Ibnu Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum itu." (HR Abu Daud dan Ibnu Hibbab menshahihkannya).
Maksud dari menyerupai suatu kaum itu, apabila kita meniru ciri khas dan style dari agama mereka,contohnya pohon natal, dan salip yang merupakan ciri khas kaum nasrani. jika umat muslim dengan sengaja meniru hal ini, maka mereka termasuk ke dalam orang yang diancam di hadits diatas.

Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:
Hari Kiamat tidak akan datang hingga umatku mengikuti
kebiasaan bangsa-bangsa sebelum mereka, sejengkal demi
sejengkal, sehasta demi sehasta. Nabi ditanya, “Ya
Rasulullah, bahkan juga akan mengikuti kebiasaan
orang-orang Persia dan Romawi?” Beliau menjawab,“Siapa
lagi kalau bukan mereka?

Di sini Nabi Muhammad saw. menunjukkan bahwa
orang-orang Islam akan meniru kebiasaan orang-orang
kafir. Bangsa Romawi berarti negara-negara Barat,
dan bangsa Persia berarti negara-negara Timur.
Artinya, umat muslim pada akhir zaman akan
mengadopsi kebudayaan dan peradaban nonmuslim, baik
dari Timur maupun dari Barat.

Dengan dalih freedom dan liberalism , kaum kafir siap menggempur kaum muslimin.. na'udzubillah minzalik, betapa dahsyatnya ghazwul fikri yang dilancarkan oleh kaum kafir, seharusnya membuat kita lebih berhati hati, seperti yang kita lihat pada sabda nabi Muhammad SAW diatas,semoga kita termasuk hamba Allah yang beruntung .. ^_^, amin

0 komentar:

Posting Komentar